...Open Up your mind, n share together
best view 1024 X 768
 

M e n u

 ::  H o m e

 ::  A r t i c l e

 ::  Share It!

 ::  Wise Words

 ::  L y r i c

 ::  Web Link

 ::  Direct Download

 ::  Ringtone Download

 ::  Torrent Download

 ::  Guest Book

 ::  Condemn Israel

 ::  Deepforest

Antivirus Update
Norton, AVG, AVAST!
Automatic Update,
direct dload
... M o r e ...
Latest Article
.: Sedekah Solusi Atasi Krisis
.: Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
.: Mengapa Saya Berjilbab?
.: Instal Aplikasi Java Islami di Handphone
.: Garansi Surga Allah
.: Kumpulan Aplikasi, Software, MP3 Islam
.: Mengalirlah Yg Deras
... M o r e ...
Share It!
.: possible...
.: Bisnis Online Dengan BLOG...
.: Mohon Doa Restunya...
.: Ketika yang bener jadi mlungker ...
.: Infaq Donasi Peduli Palestina...
.: [CoLiq Blog] Download ala Rapidshare ...
.: Hosting UGM makin parah aja ...
... M o r e ...
Latest Comments
.: Harus bersedakah biar ...
.: sedekah memang segalanyaa ...
.: Keren sob, ditunggu kunbalnya <a ...
.: Mohon dijelaskan lebih jauh ...
.: Untuk membuat bisnis online ...
.: bagus sekali tulisannya.. meski ...
.: Sangat patut dicontoh......
.: Just Jambu merah...
.: karakter aku mirip siapa ...
.: yang belum make jilbab,cba ...
USER IP
54.162.151.77
 
wongkediri.com
 
 

:: ARTIKEL Renungan >>  


Pendaki

Cerita ini buat temanku, yang sedang gundah.. di uji allah
---

Seorang pendaki gunung bersiap melakukan pendakian. Di Punggungny ada ransel terisi perlengkapan dan beberapa karabiner, tak lupa tali-temali melingkar di sela-sela bahunya.

Pendakian ini cukup berat, jadi persiapan harus lebih lengkap. Kini, dihadapan pendaki itu menjulang sebuah gunung yg tinggi. PUNCAKnya tidak terlihat, tertutup putihnya salju. Awan yang berarak d sekitarnya, membuat tak seorang pun yang tahu apa yang tersembunyi disana.

Mulailah pendaki itu melangkah, menapaki jalan2 bersalju d hadapannya. tongkat berkait yg disandangnya menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Setelah berjam2 berjalan, mulai dia menghadapi dinding terjal. tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali-temali dan karabiner. Tebing itu terlalu curam. steleah bberapa saat berjalan, tiba2 terdengar gemuruh dari atas.

Astaga, ada badai salju datang tanpa diundang!! Longsoran salju meluncur deras, menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah2 salju yg keras terus berjatuhan disertai angin membuat

tubuhny terhempas ke dinding. Beberapa menit kemudian badai itu reda, untunglah tali-temali itu menyelamatkan tubuhnya. Semua perlengkapannya hilang, kecuali sebilah pisau d pinggangnya. Sang pendaki tergantung terbalik di dinding terjal itu.

Pandanganny kabur, semua tampak memutih, tak tahu dmn berada. Sang pendaki cemas, ia komat-kamit membaca doa kepada Tuhan agar pertolongan datang kepadanya.

Suasana hening, ditengan kecemasan hatinya terdengar suara dr hati kecilnya yang menyuruh melakukan sesuatu. "Potong tali itu!, potong tali itu!!". Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? apakah ini suara pertolongan dari tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding in begitu terjal? pandanganku terhalang salju, bagaimana aku bisa tahu?

banyak sekali pertanyaan dalam dirinya, lama ia ragu mengambil keputusan. Lama.. ia tak mengambil keputusan apa2.

beberapa minggu kemudian, Seorang pendaki menemukan ada tubuh tergantung terbalik d sebuah dinding terjal. Tubuh itu beku, tampaknya ia meninggal karena kedinginan. Sementara jarak tubuhnya dengan tanah dibawahny hanya 1 meter saja!.

Teman, Kita mungkin akan berkata betap bodohnya pendaki itu, karena tidak menuruti kata hati. Kita menyesalkan mengapa

pendaki itu tidak memotong tali itu, Tentunya pendaki itu akan selamat dengan membiarkan dirinya jatuh ke tanah berjarak 1 meter. Ia tak harus mati kedinginan.

Begitulah kadang kita berpikir, mengapa Allah tampak tidak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering kali merasa, mengapa banyak sekali beban, masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak

seklai badai menghantam tubuh kita. Mengapa tidak disediakan jalan yg lurus tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu.

NAmun, Teman, Cobaan yang dberikan Allah buat kita adalah latihan, hanya ujian. Kita layaknya besi2 yang ditempa, Kita adalah seperti pisau2 yang terus diasah. Sesungguhnya, dalam semua ujian dan latihan itu, tersimpan petunjuk. ada tersembunyi tanda-tanda, asal kita PERCAYA. Ya asal kita PERCAYA.

Seberapa besar rasa percaya kita kepada Allah sehingga mampu membuat kita memutuskan "memotong tali pengait" saat tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada allah hingga kita mau menyerahkan semua yang ada pada diri kita kepada-Nya?

Teman, Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk allah dalam setiap langkah kita menapaki jaln kehidupan ini. Carilah, gali dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang tanpa disangka.

Sumber:
"Kekuatan Cinta", Irfan Toni Herlambang


[LiQ] | 2007-01-26 15:30:00 | dibaca: 2041 kali | ditanggapi: 2 kali



2 Comment
# 1.  Anugrah Yega Pranatha | 2007-02-22 16:06:23  

what a short story!
punya bukunya?
aku sdang cari nih, ada yg berminat jual atau menyumbang, just call me, ditunggu, trims

# 2.  Liq | 2007-02-22 21:37:24  

Yuup isinya emang cerita2 pendek but.. TOP dah. Recomended deh..

Membuka mata dan hati kita, bahwa CintaNya Tiada batas kepada hamba2Nya yg YAKIN akan RahmatNya



Quick comment
 Name
 Email (protected)
 Web site
 DDeEE   [Red Code]
    


Website ini disusun dengan Editplus
2005-2007 deepforest™