...Open Up your mind, n share together
best view 1024 X 768
 

M e n u

 ::  H o m e

 ::  A r t i c l e

 ::  Share It!

 ::  Wise Words

 ::  L y r i c

 ::  Web Link

 ::  Direct Download

 ::  Ringtone Download

 ::  Torrent Download

 ::  Guest Book

 ::  Condemn Israel

 ::  Deepforest

Antivirus Update
Norton, AVG, AVAST!
Automatic Update,
direct dload
... M o r e ...
Latest Article
.: Sedekah Solusi Atasi Krisis
.: Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
.: Mengapa Saya Berjilbab?
.: Instal Aplikasi Java Islami di Handphone
.: Garansi Surga Allah
.: Kumpulan Aplikasi, Software, MP3 Islam
.: Mengalirlah Yg Deras
... M o r e ...
Share It!
.: possible...
.: Bisnis Online Dengan BLOG...
.: Mohon Doa Restunya...
.: Ketika yang bener jadi mlungker ...
.: Infaq Donasi Peduli Palestina...
.: [CoLiq Blog] Download ala Rapidshare ...
.: Hosting UGM makin parah aja ...
... M o r e ...
Latest Comments
.: Harus bersedakah biar ...
.: sedekah memang segalanyaa ...
.: Keren sob, ditunggu kunbalnya <a ...
.: Mohon dijelaskan lebih jauh ...
.: Untuk membuat bisnis online ...
.: bagus sekali tulisannya.. meski ...
.: Sangat patut dicontoh......
.: Just Jambu merah...
.: karakter aku mirip siapa ...
.: yang belum make jilbab,cba ...
USER IP
3.227.249.234
 
wongkediri.com
 
 

:: ARTIKEL Religi >>  


Ringkasan Tata Cara Perkawinan Dalam Islam


Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Termasuk tata cara perkawinan Islam yang begitu agung nan penuh nuansa. Dan Islam mengajak untuk meninggalkan tradisi-tradisi masa lalu yang penuh dengan upacara-upacara dan adat istiadat yang berkepanjangan dan melelahkan serta bertentangan dengan syariat Islam.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah yang Shahih. Dalam kesempatan kali ini redaksi berupaya menyajikannya secara singkat dan seperlunya. Adapun Tata Cara atau Runtutan Perkawinan Dalam Islam adalah sebagai berikut:

I. Khitbah (Peminangan)

Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq 'alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang (HR: [shahih] Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).

II. Aqad Nikah

Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :
a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
b. Adanya Ijab Qabul.
c. Adanya Mahar.
d. Adanya Wali.
e. Adanya Saksi-saksi.

Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.

III. Walimah

Walimatul 'urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya". (HR: [shahih] Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).

Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa". (HR: [shahih] Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa'id Al-Khudri).

(Sumber Rujukan: Berbagai Sumber dari Al-Qur'an dan As Sunnah serta Kitab-Kitab Hadits).

dikutip : mediamuslim.info


[Liq] | 2007-02-01 20:53:19 | dibaca: 2455 kali | ditanggapi: 3 kali



3 Comment
# 1.  rizal malang | 2007-08-13 16:08:38  

pernahkah mendengar perihal turun telu dalam adat jawa untuk pernikahan, bagaimana pemahamannya serta penghitungannya, benarkah itu dilarang dalam islam mohon penjelasan

# 2.  Liq | 2007-08-13 22:03:46  

Insya4JJl ta cari info tentang turun telu. Maap sy jg nggak ngerti.

Tapi..
Seperti tulisan diatas, Scr syar'i bila sesuai dengan syarat n rukun, pernikahan udah sah.

Klo masalah adat, ini perlu disikapi hati2.. yang membuat prosesi jadi beraneka ragam kan adat, itupun pas resepsi atau walimahan. Sebenarnya waktu walimahan kan udah sah jadi suami istri. soalnya SIM :) udah didapat ketika proses ijab kabul/aqad nikah selesai dilaksanakan.

Prosesi adat seperti mecah telur dsb mungkin tidak masalah. yang masalah kalo ada sesajen dkk.

Wallhua'lam bissawab

# 3.  nani | 2009-02-19 20:17:10  

bagaimana hukumnya melempar daun sirih dan menginjak telur dalam proses temu manten adat jawa?



Quick comment
 Name
 Email (protected)
 Web site
 FebcA   [Red Code]
    


Website ini disusun dengan Editplus
2005-2007 deepforest™