...Open Up your mind, n share together
best view 1024 X 768
 

M e n u

 ::  H o m e

 ::  A r t i c l e

 ::  Share It!

 ::  Wise Words

 ::  L y r i c

 ::  Web Link

 ::  Direct Download

 ::  Ringtone Download

 ::  Torrent Download

 ::  Guest Book

 ::  Condemn Israel

 ::  Deepforest

Antivirus Update
Norton, AVG, AVAST!
Automatic Update,
direct dload
... M o r e ...
Latest Article
.: Sedekah Solusi Atasi Krisis
.: Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
.: Mengapa Saya Berjilbab?
.: Instal Aplikasi Java Islami di Handphone
.: Garansi Surga Allah
.: Kumpulan Aplikasi, Software, MP3 Islam
.: Mengalirlah Yg Deras
... M o r e ...
Share It!
.: possible...
.: Bisnis Online Dengan BLOG...
.: Mohon Doa Restunya...
.: Ketika yang bener jadi mlungker ...
.: Infaq Donasi Peduli Palestina...
.: [CoLiq Blog] Download ala Rapidshare ...
.: Hosting UGM makin parah aja ...
... M o r e ...
Latest Comments
.: Harus bersedakah biar ...
.: sedekah memang segalanyaa ...
.: Keren sob, ditunggu kunbalnya <a ...
.: Mohon dijelaskan lebih jauh ...
.: Untuk membuat bisnis online ...
.: bagus sekali tulisannya.. meski ...
.: Sangat patut dicontoh......
.: Just Jambu merah...
.: karakter aku mirip siapa ...
.: yang belum make jilbab,cba ...
USER IP
54.162.151.77
 
wongkediri.com
 
 

:: ARTIKEL Religi >>  


8 Hal Yang Perlu di Perhatikan Muslimah

kebanyakan saudari muslimah secara tidak sadar atau karena belum tahu hukumnya dalam islam, melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat islam. Hal-hal yang dilarang keras bahkan pelakunya diancam siksaan yang pedih. Padahal Allah sudah memberikan tuntunan dan peringatan serta balasan atas perbuatan yang dilakukan.
  1. Kewajiban memakai Jilbab
    Masih saja ada yang menanyakan(menyangsikan) kewajiban berjilbab. Padahal dasar hukumnya sudah jelas yaitu:
    • Surat Al-Ahzab ayat 59 (33:59)

      Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan hijab keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebihi mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    • Surat An-Nuur: ayat 31 (24:31)
      Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanny, kecuali yang biasa tampak padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau buda-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung ”

      “(Ini adalah) satu surat yang kami turunkan dan kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya”. (An-Nuur:1)

      Ayat pertama Surat An-Nuur yang mendahului ayat-ayat yang lain. Yang berarti hukum-hukum yang berada di surat itu wajib hukumnya.

    • Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya:
      “Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.”

    • Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.”

    • Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya :
      “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”

    • Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu 'alahi wa sallam:
      “Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
      Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).

    Masihkah menyangsikan kewajiban mamakai Jilbab?

  2. Menggunjing, Gosip = Ghibah
    Maaf saudari muslimah, ini juga sangat2 sering dilakukan tanpa sadar. Begitu saja terjadi dan tiak terasa bahwa itu salah satu dosa, karena begitu biasanya. Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah berikut ini:

    “Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?” Rasulullah menjawab, “kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada).” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).

    Berdasarkan hadits di atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Allah berfirman:

    ” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

  3. Menjaga Suara
    Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi bila wanita itu berprofesi sebagai penyiar atau MC karena memang termasuk modal utamanya adalah suara yang indah dan merdu. Begitu mudahnya wanita memperdengarkan suaranya yang bak buluh perindu, tanpa ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal Dia telah memperingatkan:

    “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah bersabda : “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).
    Sebagai muslimah harus menjaga suara saat berbicara dalam batas kewajaran bukan sengaja dibikin mendesah-desah, mendayu-dayu, merayu, dan semisalnya. Wallahu a’lam

  4. Mencukur alis mata
    Abdullah bin Mas'ud RadhiyAllohu 'anhu, dia berkata :

    "Alloh Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Alloh".

    Mencukur alis atau menipiskannya, baik dilakukan oleh wanita yang belum menikah atau sudah menikah, dengan alasan mempercantik diri untuk suami atau lainnya tetap diharamkan, sekalipun disetujui oleh suaminya. Karena yang demikian termasuk merubah penciptaan Allah yang telah menciptakannya dalam bentuk yang sebaik- baiknya. Dan telah datang ancaman yang keras serta laknat bagi pelakunya. Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.

  5. Memakai Wangi-wangian
    Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam bersabda:

    “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

    Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda shalallohu 'alahi wa sallam:

    “Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu Awanah).

    Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata :

    Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi.” (Al-Baihaqi III/133).

    Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata :

    “Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki” (Al-Munawi : Fidhul Qadhir).

    Syaikh Albani mengatakan: Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37

    “Bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya mengizinkan”.

 

di edit: 15 agustus 2008

bersambung bagian II




[LiQ] | 2007-02-14 07:57:11 | dibaca: 2787 kali | ditanggapi: 13 kali



13 Comment
# 1.  Azizah | 2008-08-06 13:36:56  

Assalamu'alaikum.wr.wb.
saya ingin bertanya tentang yang no.3, yaitu tentang suara wnt adlh aurat.
Bagaimaana dg tartil Alquran/qira'ah di dpn umum dlm suatu forum?
Apakah hukumnya haram?
Jazakumullah khairan.
Wassalamu'alaikum.wr.wb

# 2.  Azizah | 2008-08-06 13:42:55  

Assalamu'alaikum.wr.wb.
saya ingin bertanya tentang yang no.3, yaitu tentang suara wnt adlh aurat.
Bagaimaana dg tartil Alquran/qira'ah di dpn umum dlm suatu forum?
Apakah hukumnya haram?
Jazakumullah khairan.
Wassalamu'alaikum.wr.wb

# 3.  LiQ | 2008-08-15 20:13:35   

Wa'alaikum salam wr wb
Sebenarnya saya kurang berkompeten untuk menjawabnya :)

Dan Maaf karena kekhilafan dan terbatasnya pengetahuan saya, Saya akan meralat sub topik tentang suara wanita adalah aurat.

Hukum dasarnya suara wanita bukanlah aurat. TETAPI, Seperti dalam al-ahzab ayat 32, yg dilarang adalah sengaja merendahkan suara(dengan manja, mendesah, merayu, dsb)dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yg mendengarnya.

Tentang Hukum bertilawah, saya belum menemukan yang persis kasusnya. Namun ada hadist yg meriwayatkan nyayian.
Ada dalil As-Sunnah, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengizinkan dua wanita budak bernyanyi di rumahnya (Shahih Bukhari, hadits no. 949 & 952; Shahih Muslim, hadits no. 892). Pernah pula Rasulullah SAW mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan bernyanyi di hadapan Rasulullah (HR. Tirmidzi, dinilainya sahih. Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, VII/119). Dalil As-Sunnah ini menunjukkan suara wanita bukanlah aurat, sebab jika aurat tentu tidak akan dibiarkan oleh Rasulullah (Abdurrahman Al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 69-70).

Namun yg perlu di ingat. Pertama, suara itu dalam batas kewajaran, bukan sengaja dibikin mendesah-desah, mendayu-dayu, merayu, dan semisalnya. Kedua, perbuatan itu tidak disertai perbuatan-perbuatan haram dan maksiat, seperti ikhtilath, membuka aurat, dan sebagainya

Semoga lebih berhati-hati.

Wallahua'lam

# 4.  aisyah | 2008-09-12 13:37:30  

Assalamu'alaikum,,
Afwan, boleh saya copy untuk di posting di blog juga sebagai bahan materi adek2 kelas?
Saya minta izin ya..
Jzaakumullaah...

# 5.  LiQ | 2008-09-12 14:06:00   

Wa'alaikumsalam wr..
Tentu saja boleh :)
Dan mohon dikoreksi bila ada kesalahan..

# 6.  ardya | 2008-12-19 13:47:47   

assalamu'alaikum . . .
bLeh saya copy u/ d blog sy??
semoga diizinkan
syukron katsir. . .

# 7.  alfiah | 2008-12-19 20:28:06   

Assalamu alaikum wr.wb
afean,ana mau nanya tp boleh tidak di luar pembahasan di atas
Syukron



# 8.  CoLiq | 2008-12-24 09:43:28   

@ardya
Wa'alaikumsalam wr
Silahkan, kalo ada yg salah mohon dikoreksi.

@alfiah
Wa'alaikumsalam wr wb
boleh, sepanjang saya tahu :)


# 9.  priyanti | 2009-07-13 11:51:32  



assalamu'alaikum wr.wb
bagaimana bisa konsisten mjd mar'ah sholihah?jazakallah

# 10.  priyanti | 2009-07-13 11:55:56  

mohon segera dijawab!karena saya sangat mmbutuhkan jawaban tersebut sekarang. 'afwan & syukron

# 11.  priyanti | 2009-07-13 11:59:49  



assalamu'alaikum wr.wb
bagaimana bisa konsisten mjd mar'ah sholihah?jazakallah

# 12.  anissa | 2009-09-13 15:03:51  

assalamu'alaikum
mencoba membantu menjawab
supaya dapat konsisten menjadi maf'ah shalihah, ada banyak faktor.
tapi kalo yang berhubungan dari komitmen pribadinya, agar tetap komit, ada dua hal:
- ingat surga dan Allah
- ingat neraka

dan disarankan membaca kitab2 ma'rifatujjannah dan ma'rifatunnar

salam


# 13.  lina | 2009-12-17 14:11:59  

Assalamu alaikum...
Bagaiman Islam memandang wanita muslimah ikut dalam Face book..
Makasih
Wasalam

# 14.  siti nuryati | 2010-10-05 11:06:49  

AAA

# 15.  Lia | 2011-12-21 21:35:26   

Asslamualaikum..
mohon ijin untuk copas sebagai bahan artikel dan pengetahuan to murid ngaji saya.. :)
trimakasih...
Wassalam..

# 16.  Lia | 2011-12-21 22:03:13   

Asslamualaikum..
mohon ijin untuk copas sebagai bahan artikel dan pengetahuan to murid ngaji saya.. :)
trimakasih...
Wassalam..

# 17.  setiana | 2016-03-15 15:32:25   

Mohon dijelaskan lebih jauh mengenai menjaga suara oleh muslimah.



Quick comment
 Name
 Email (protected)
 Web site
 BFaAe   [Red Code]
    


Website ini disusun dengan Editplus
2005-2007 deepforest™