...Open Up your mind, n share together
best view 1024 X 768
 

M e n u

 ::  H o m e

 ::  A r t i c l e

 ::  Share It!

 ::  Wise Words

 ::  L y r i c

 ::  Web Link

 ::  Direct Download

 ::  Ringtone Download

 ::  Torrent Download

 ::  Guest Book

 ::  Condemn Israel

 ::  Deepforest

Antivirus Update
Norton, AVG, AVAST!
Automatic Update,
direct dload
... M o r e ...
Latest Article
.: Sedekah Solusi Atasi Krisis
.: Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
.: Mengapa Saya Berjilbab?
.: Instal Aplikasi Java Islami di Handphone
.: Garansi Surga Allah
.: Kumpulan Aplikasi, Software, MP3 Islam
.: Mengalirlah Yg Deras
... M o r e ...
Share It!
.: possible...
.: Bisnis Online Dengan BLOG...
.: Mohon Doa Restunya...
.: Ketika yang bener jadi mlungker ...
.: Infaq Donasi Peduli Palestina...
.: [CoLiq Blog] Download ala Rapidshare ...
.: Hosting UGM makin parah aja ...
... M o r e ...
Latest Comments
.: Harus bersedakah biar ...
.: sedekah memang segalanyaa ...
.: Keren sob, ditunggu kunbalnya <a ...
.: Mohon dijelaskan lebih jauh ...
.: Untuk membuat bisnis online ...
.: bagus sekali tulisannya.. meski ...
.: Sangat patut dicontoh......
.: Just Jambu merah...
.: karakter aku mirip siapa ...
.: yang belum make jilbab,cba ...
USER IP
3.227.249.234
 
wongkediri.com
 
 

:: ARTIKEL Religi >>  


8 Hal Yang Perlu di Perhatikan Muslimah (bag II)

artikel ini adalah lanjutan dari Artikel bagian pertama


Selanjutnya tentang pakaian seorang muslimah. Fenomena jilbab sangat bagus saat ini, tetapi sangat disayangkan dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang disyariatkan, jilbab gaul istilahnya.

6. Memakai Pakaian transparan dan membentuk tubuh/ketat

Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda :

“Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).


Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).


Ibnu Abdil Barr berkata :
“Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.” ( Tanwirul Hawalik III/103).


Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata :

“Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235).


Usamah bin Zaid pernah berkata: Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam pernah memberiku baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda :

“Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi : Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).


Aisyah pernah berkata:
” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71).


Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya :
Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).


7. Memakai Pakaian menyerupai pakaian Laki-laki

Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata:

“Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).


Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam bersabda:
“Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)

Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallohu 'alahi wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda :
“Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.”


Dalam lafadz lain :
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam bersabda:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).

Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.

8. Memakai Pakaian menyerupai pakaian Wanita Kafir

Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya :

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik(Al-Hadid:16).”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya:
“Janganlah mereka seperti...” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha... hal. 43).

Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310): Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Allah berfirman : Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).“Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S. Al-baqarah:104).

Lebih lanjut Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek.

Jika mereka ingin mengatakan “Dengarlah kami” mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinya ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22, bahwa tidak ada seorang mu’min yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mu’min, sedangkan tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan.

Sumber:

  1. mediamuslim.info
  2. vbaitullah.com



[LiQ] | 2007-02-19 10:13:54 | dibaca: 2144 kali | ditanggapi: 10 kali



10 Comment
# 1.  risthy | 2008-08-19 09:17:21  

i love islam so much.... n ilike wear a scarf

# 2.  melani | 2008-09-07 10:19:28  

Aku seneng baca news ini. Banyak hal yang bisa aku dapatkan

# 3.  LiQ | 2008-09-10 13:50:59  

@melani
terima kasih.. kirim artikel jg boleh kok :)

# 4.  sherly | 2008-09-12 07:46:47  

semoga dakwah islam terus berkembang.

# 5.  Ari | 2008-10-21 09:24:55  

Selalu Optimis untuk mendakwahkan Islam, Islam Pasti jaya dan Pasti akan tegak kembali khilafah Islamiyyah akan mengembalikan kejayaan Islam.

LiQ: Amiin ^_^v
# 6.  sisca | 2008-11-03 09:37:10  

Alhamdulillah terimakasih artikel anda membuat hatiku semakin bersyukur menjadi muslimah... smg Allah sllu menempatkan aku dalam iman & islam amin...


# 7.  LiQ | 2008-11-03 11:13:39   

Amiin,
Alhamdulillah.. kalau bermanfaat saya jg seneng kok :)

# 8.  eLLa | 2008-11-10 13:52:26   

aku seneng bgt baca artikel ini...sangat bermanfaat

# 9.  thika | 2009-02-01 17:36:53  

Mksih wat artikelny smga dg bca artikel nie,sya akn lbih introspeksi diri wat jadi yg lbih baek lgi..
sekli lgi mksh bgd...;)

CoLiq: Alhamdulillah, semoga bermanfaat
# 10.  ezty | 2009-08-01 06:48:46   

Assalamu'alaikum..
TrimaKsh banyk ats artikelnya,saya harap ilmu ini tersebar jua dgn dakwah secara langsung kpd saudari2 yg ada disekitar Qt" :)CAYOOO!!



Quick comment
 Name
 Email (protected)
 Web site
 bDcbb   [Red Code]
    


Website ini disusun dengan Editplus
2005-2007 deepforest™