...Open Up your mind, n share together
best view 1024 X 768
 

M e n u

 ::  H o m e

 ::  A r t i c l e

 ::  Share It!

 ::  Wise Words

 ::  L y r i c

 ::  Web Link

 ::  Direct Download

 ::  Ringtone Download

 ::  Torrent Download

 ::  Guest Book

 ::  Condemn Israel

 ::  Deepforest

Antivirus Update
Norton, AVG, AVAST!
Automatic Update,
direct dload
... M o r e ...
Latest Article
.: Sedekah Solusi Atasi Krisis
.: Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
.: Mengapa Saya Berjilbab?
.: Instal Aplikasi Java Islami di Handphone
.: Garansi Surga Allah
.: Kumpulan Aplikasi, Software, MP3 Islam
.: Mengalirlah Yg Deras
... M o r e ...
Share It!
.: possible...
.: Bisnis Online Dengan BLOG...
.: Mohon Doa Restunya...
.: Ketika yang bener jadi mlungker ...
.: Infaq Donasi Peduli Palestina...
.: [CoLiq Blog] Download ala Rapidshare ...
.: Hosting UGM makin parah aja ...
... M o r e ...
Latest Comments
.: Harus bersedakah biar ...
.: sedekah memang segalanyaa ...
.: Keren sob, ditunggu kunbalnya <a ...
.: Mohon dijelaskan lebih jauh ...
.: Untuk membuat bisnis online ...
.: bagus sekali tulisannya.. meski ...
.: Sangat patut dicontoh......
.: Just Jambu merah...
.: karakter aku mirip siapa ...
.: yang belum make jilbab,cba ...
USER IP
54.236.246.85
 
wongkediri.com
 
 

:: ARTIKEL Kesehatan >>  


Angkak, Obat Alternatif Demam Berdarah

Oleh H. SOEHARMONO TJITROSOEWARNO

Dalam maillist rotaryd3400, seseorang dari Depok (Bogor) bercerita, bahwa ia
pernah dirawat lima hari di rumah sakit karena DBD. Menurut catatan lab., nilai
trombositnya 40.000, jauh di bawah normal yang mestinya 150.000-450.000 tiap ml
(mililiter) untuk dewasa. Selama dirawat, nilai trombositnya 50.000 sampai 83.000. Ketika
nilainya mencapai 100.000, ia minta keluar RS, karena biaya yang kian besar.


Salah seorang pimpinan di kantornya menasihati agar ia minum seduhan angkak (sejenis
bahan mirip ketan hitam) yang biasa dipakai untuk membuat agar masakan ayam/bebek berwarna
merah. Bahan ini bisa dibeli di toko/warung Cina yang biasa menjual baso, tahu, mi dll.
Dua sendok teh angkak diseduh dengan 2 (dua) gelas air lalu dimasak hingga tinggal segelas
saja. Setelah dingin, diminum.


Katanya, pagi ia minum seduhan angkak, siangnya ke lab. memeriksakan trombositnya.
Mengingat ketika di rumah sakit kenaikannya tidak mencolok, ia menaksir akan mendapat
kenaikan menjadi 200.000, tapi nyatanya menjadi 423.000. Itu baru 1 (satu) kali minum, dan
ia telah sehat kembali. "Pengalaman ini mungkin bermanfaat bagi penderita DBD, atau
sekadar untuk diketahui," katanya.


Menanggapi masalah angkak ini, dalam maillist yang sama Dr. Mahmud Ghaznawie
dari Ujungpandang menjelaskan, bahwa trombosit merupakan komponen sel darah yang berperan
untuk penjendalan darah. Penjendalan/penggumpalan darah merupakan penyumbat pembuluh darah
pertama pada proses penghentian perdarahan. Karena fungsinya itu, kalau jumlahnya kurang,
maka terjadi gangguan penjendalan darah dengan akibat kalau terjadi perdarahan, sukar
berhenti.


Dijelaskan, dalam keadaan normal jumlah trombosit antara 150.000 sampai 450.000 tiap
ml. Rentang angka normal yang sangat lebar itu berarti perubahan jumlah trombosit hanya
mengganggu kalau naik/turunnya ekstrem. Trombosit memiliki usia yang amat singkat,
sehingga turn over-nya sangat tinggi (cepat). Dengan demikian, bisa saja jumlah
trombosit pada siang hari dalam batas normal (misalnya 200.000), tapi pada malamnya hanya
75.000. Ini sering dijumpai pada penderita DBD. Demikian pula sebaliknya. Setelah melewati
masa kritis (hari ke 3-4) jumlah trombosit segera kembali pulih. Ini terjadi dengan atau
tanpa diberi obat apa pun.


Dr. Mahmud Ghaznawie tidak mau berkomentar mengenai angkak atau "obat" lain
yang diklaim bisa meningkatkan jumlah trombosit. Dengan penjelasan ini ia berharap orang
tidak akan menarik kesimpulan yang sesat tentang pulihnya kadar trombosit pada fase
(tahap) penyembuhan DBD. Apalagi kalau hanya dari cerita pengalaman empiris perorangan.
"Sebab, dengan atau tanpa diberi obat apa pun, setelah lewat masa kritis, jumlah
trombosit pasien, akan meningkat dengan sendirinya," katanya,


Apa itu angkak?


Menurut sumber di www.dikti.org yang dikutip ke dalam maillist
rotaryd3400
Prof. Dr. Ir. Srikandi Fardiaz dkk. dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB,
dalam usaha mencari pewarna alami untuk menggantikan pewarna sintetis untuk makanan, telah
melakukan penelitian mengenai "Produksi pigmen mikroba menggunakan substrat limbah
industri pangan". Seleksi mikroba penghasil pigmen menghasilkan dua spesies mikroba
yang potensial, yaitu (1) Monascus purpureus yang memproduksi pigmen angkak merah
dan stabil terhadap berbagai proses pengolahan, dan (2) Neurospora sitophila yang
memproduksi pigmen jingga (orange) yang kurang stabil terhadap proses pengolahan.


Limbah terbaik untuk memproduksi kedua pigmen tersebut adalah limbah cair tapioka untuk
Monascus purpureus, dan limbah padat tapioka untuk Neurospora sitophila,
masing-masing dengan penambahan berbagai sumber karbon dan mineral. Hasil uji toksisitas
menunjukkan pigmen angkak cukup aman untuk digunakan dalam makanan, dapat mengurangi
penggunaan nitrit dalam memperbaiki warna merah daging olahan seperti sosis dan ham daging
sapi, serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan perusak berspora seperti Bacillus
cereus
dan Bacillus stearothermophilus.***




sumber : www.pikiran-rakyat.com


[Liq] | 2005-02-10 00:00:00 | dibaca: 2516 kali | ditanggapi: 1 kali



1 Comment
# 1.  nandor | 2013-01-15 18:52:15   

Just Jambu merah



Quick comment
 Name
 Email (protected)
 Web site
 bafcA   [Red Code]
    


Website ini disusun dengan Editplus
2005-2007 deepforest™