...Open Up your mind, n share together
best view 1024 X 768
 

M e n u

 ::  H o m e

 ::  A r t i c l e

 ::  Share It!

 ::  Wise Words

 ::  L y r i c

 ::  Web Link

 ::  Direct Download

 ::  Ringtone Download

 ::  Torrent Download

 ::  Guest Book

 ::  Condemn Israel

 ::  Deepforest

Antivirus Update
Norton, AVG, AVAST!
Automatic Update,
direct dload
... M o r e ...
Latest Article
.: Sedekah Solusi Atasi Krisis
.: Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW
.: Mengapa Saya Berjilbab?
.: Instal Aplikasi Java Islami di Handphone
.: Garansi Surga Allah
.: Kumpulan Aplikasi, Software, MP3 Islam
.: Mengalirlah Yg Deras
... M o r e ...
Share It!
.: possible...
.: Bisnis Online Dengan BLOG...
.: Mohon Doa Restunya...
.: Ketika yang bener jadi mlungker ...
.: Infaq Donasi Peduli Palestina...
.: [CoLiq Blog] Download ala Rapidshare ...
.: Hosting UGM makin parah aja ...
... M o r e ...
Latest Comments
.: Harus bersedakah biar ...
.: sedekah memang segalanyaa ...
.: Keren sob, ditunggu kunbalnya <a ...
.: Mohon dijelaskan lebih jauh ...
.: Untuk membuat bisnis online ...
.: bagus sekali tulisannya.. meski ...
.: Sangat patut dicontoh......
.: Just Jambu merah...
.: karakter aku mirip siapa ...
.: yang belum make jilbab,cba ...
USER IP
3.227.249.234
 
wongkediri.com
 
 

:: ARTIKEL Religi >>  


Renungan Ayat Al-Kautsar

Khotbah jumat 24 januari 2003, di Basement Wisma Bakrie, bisa jadi menjadi khotbah Jum'at terbaik yang pernah saya dengarkan.. belum pernah saya meneteskan airmata ketika mendengarkan khutbah jum'at, kecuali hanya 2 kali, 1 kali di masjid ARH UI Salemba 2 tahun yang lalu, temanya tentang perngorbanan Ismail 'alaihissalaam dan Ibrahim 'alaihissalaam, dan satu lagi adalah khotbah yang kemarin.. sungguh kenikmatan luar biasa yang Allah berikan untuk bisa mendengarkan khutbah ini :

Innaa A'thoinaaka al-kautsar , Fasholli li robbbika wa an-har , Innasyaa ni'aka huwa al-abtar .. (QS Al Kautsar 1-3)

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada engkau (Muhammad), nikmat yang sungguh melimpah karena itu, maka dirikanlah Sholat karena RabbMu dan berkorbanlah, sesungguhnya orang- orang yang membencimu (Muhammad), merekalah yang terputus ( dari rahmat Allah ) (QS Al Kautsar 1-3)

Apa sebenarnya arti nikmat yang banyak yang dilimpahkan kepada Muhammad shallallaahu wa sallam? bukankah nikmat itu adalah rumah yang megah? istri yang shalihah? harta yang melimpah ? pakaian yang mewah ? istana yang mentereng ? mobil yang mahal ? apakah Muhammad memiliki itu semua ? Tidak !!, lalu kenapa Al kautsar itu adalah nikmat yang banyak bukankah rumah Muhammad hanya sepanjang 12 kaki dan selebar 16 kaki ? yang sama dengan 3x4 meter ? bukan kah itu cuman ruangan sempit belaka yag kalau diibaratkan sekarang hanyalah RSSSS, Rumah Sangat Sangat Sederhana Sekali ? kalau type 21 , ini hanya setengahnya, 12 M persegi !! hingga ketika Muhammad bersujud maka ia harus menyingkirkan kaki Aisyah dahulu ?

bukankah Muhammad yang agung itu sering berpuasa karena tak ada makanan ? juga pernah suatu ketika, Muhammad rassul Allah itu pulang kemalaman, ia membawa roti kering untuk istrinya, karena sudah malam, ia tak tega untuk mengetuk pintu, sehingga bisa membangunkan istrinya, maka ia taruh rotinya di atas pintu, dan ia Muhammad tidur di luar ?, keesokan harinya, Aisyah melihat roti di atas pintu itu, kebetulan ada pengemis, maka diberikanlah roti yang sedianya untuk dirinya itu kepada pengemis itu ...bukankah Muhammad yang mulia itu sering terlihat terganjal perutnya oleh 3 buah batu karena kosongnya perut ? bukankah wajah yang suci itu pernah hanya makan daun daunan kering dalam sebuah peperangan

Pengkhotbah yang Muallaf itu sudah 16 tahun menyimpan pertanyaan yang tak pernah terjawab itu sudah berbagai macam kamus ia baca, mulai dari yang tipis yang dijual dipinggir kaki lima, sampai kamus al munjid yang luar biasa itu ... berapa banyak kyai dan ustadz yang telah ia tanya, namun semua tak bisa menjawab pertanyaannya itu .. mulai dari kyai kampung sampai Buya Hamka ... semua tak ada yang menyelesaikan kegelisahan hatinya ... hingga 16 tahun kemudian, Allah mengundangnya ke Baitullah ... ketika di Raudah, ia ingat akan masalahnya itu, maka ia berdoa agar Allah memberikan jawabannya tak lama ia tertidur menyandar di tiang Raudah ...dalam tidurnya ... tiba tiba ia dibawa ke masa silam ... dihadapannya bukan lagi terbentang masjid yang gagah .. tapi sebuah masjid sederhana yang hanya beratapkan daun kurma, berlantai tanah tiang tiangnya dari kayu .. podiumnya pun hanya dari kayu yang disilangkan dan diikat dengan tali dedaunan ..

Tiba tiba dari arah belakang ..& nbsp; seorang laki laki berpakaian putih melewati bahunya ...menuju ke masjid ..ketika sampai di pintu masjid, laki laki itu membalikan wajahnya, dan tersenyum pada sang penceramah ... sang penceramah, tidak bisa berkata apa apa, kecuali hanya "ASSALAAMU'ALAIKA YA NABI" ..., dengan meneteskan air mata tiba tiba, bahu sang penceramah ditepuk tepuk, rupanya ia dibangunkan oleh Asykar penjaga Masjid, bajunya nampak basah kuyup, rupanya dalam tidurnya tadi ia benar benar menangis dan sungguh Raudah sudah sepi, tidak ada orang sama sekali, asykar datang untuk mengunci pintu .. dan para asykar yang biasanya berwajah garang itu tampak sabar membimbing sang penceramah untuk keluar ..di luar,sang penceramah hanya bisa menangis . dan ia bisa mengartikan arti kenikmatan dalam surat Al Kautsar itu.. nabi memang mendapatkan banyak kenikmatan.. tapi yang lebih benar adalah, nabi DIBERIKAN sebuah perasaan bahwa ia TELAH menerima Banyak Kenikmatan.

Ketika seseorang telah merasa mendapatkan nikmat yang banyak, maka banyak sedikitnya materi yang dimiliki tidak lagi menjadi masalah, ia merasakan kenikmatan pada apa yang dia miliki.. maka setelah nabi mendapatkan kenikmatan ini, ayat kedua pun berlaku yaitu agar menegakkan sholat dan berqurban, dan bahwasanya orang orang yang membenci Risalah yang turun pada Muhammad, itu sebenarnya merekalah yang terputuskan dari kenikmatan dan rahmat Allah yang sesungguhnya ...

Nabi sebenarnya tak hanya punya 4 sifat wajib belaka, yaitu amanah, fathonah, tabligh dan shiddiq.. tapi nabi juga Qonaah.. merasa cukup dengan apa yang ada .. sehingga itulah kenikmatan yang tiada taranya, kenikmatan yang melimpah ..

Nabi memang miskin, tapi nabi senantiasa berqurban ketika hari raya qurban.. karena nabi merasa cukup .. nabi tak pernah mengeluhkan harta, karena nabi merasa telah mendapatkan nikmat ... perasaan inilah yang musti kita miliki .

Jika kita tak pernah merasa nikmat dengan apa yang kita miliki, maka selamanya kita akan merasa kurang dan haus akan materi.. sehari hari kita hanya disibukkan mencari dan mengumpulkan harta dan melalaikan akhirat kita.. padahal perlombaan mengumpulkan harta itu tidaklah seperti perlombaan yang lain .. perlombaan yang lain pastilah ada finishnya .. lomba lari ada finishnya .. baik itu angka, jarak maupun waktu.. tapi tidak dengan perlombaan mengumpulkan harta, ia seperti air garam, yang semakin diminum akan semakin membuat haus.

Nabi bersabda, seandainya manusia itu diberikan emas sebanyak 2 buah gunung, niscaya ia akan memintanya lagi.. perlombaan dan bermegah megahan tentang dunia hanya akan berakhir ketika manusia masuk keliang kubur, yang tak ada lagi kesempatan baginya untuk bertaubat ...

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepalamu sendiri kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At Takaatsur; 1-8)

Semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kita kenikmatan untuk merasa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki... tidak berkeluh kesah akan sempitnya rizki.. sehingga kita bisa senantiasa bersyukur, bersabar, ikhtiar dan terus berdo'a serta bertawakkal ..karena barang siapa bertawakkal maka Allah akan mencukupi keperluannya (QS 65:3)

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam har tanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluan nya (QS 70:19-29)

Wallahu a'lam bisshawab,

sumber: from the Desk of Hilal
milis alumnismada@yahoogroups.com


[Liq] | 2006-03-28 16:56:00 | dibaca: 2646 kali | ditanggapi: 2 kali



2 Comment
# 1.  dekill_sekali | 2006-04-03 08:20:00 

kita ini memang jarang bersyukur...Astaghfirullah

# 2.  Abu Syafi' | 2006-10-06 08:35:00 

innadzzikra tanfa'ul mu'miniin!Terimakasih,barakallaahu laka!



Quick comment
 Name
 Email (protected)
 Web site
 EFfCd   [Red Code]
    


Website ini disusun dengan Editplus
2005-2007 deepforest™